Sudah 3 Tahun Garam Petani di Lombok Nggak Laku

Selasa, 23 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Gram.

Foto: Ilustrasi Gram.

IdentikPos.com, Lombok – Petani garam kristal, di Desa Ketapang Raya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) meradang. Pasalnya, selama 3 tahun terakhir garam nggak laku dijual.

Akibatnya, garam mereka masih menumpuk di gudang. Kondisi tersebut diungkap Kepala Desa Ketapang Raya, Zulkifli, saat dihubungi detikcom. Menurutnya, garam tersebut tidak terjual karena pembeli menawarkan harga yang sangat murah, sehingga petani garam terpaksa menyetok garam mereka.

“Bukan tidak ada yang beli, tapi harganya yang sangat murah dan petani garam banyak yang setok garam,” ungkapnya pada wartwan pilaraktual.com Senin (22/3/2021).

Baca Juga: Satres Narkoba Polres Minsel Amankan Satu Paket Sabu-Sabu

Selain karena persoalan harga, tidak lakunya garam jenis garam kristal yang diproduksi oleh petani Ketapang Raya tersebut juga disebabkan oleh BUMD yang biasa mengambil garam mereka, tidak lagi tertarik dengan garam mereka dan lebih tertarik pada garam produksi daerah lain seperti Kabupaten Bima.

“Walaupun ada BUMD yang punya usaha untuk membeli garam rakyat, kelihatanya lebih berpihak beli di daerah luar Lombok seperti dari Bima sehingga petani garam kita di Lombok meradang,” ujarnya.

Zulkifli mengaku sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pengurus desa dalam membantu petani agar garam mereka bisa laku terjual. Namun, upaya-upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang baik.

Baca Juga: Polres Minsel Aktifkan Call Center Panggilan Darurat 110

“Sudah banyak langkah yang kami ambil, namun sampai sekarang juga belum membuahkan hasil. Kami pernah juga berdiskusi dengan pihak perusahaan yang ada di Jakarta, tapi sampai dengan sekarang belum ada jawaban yang pasti,” tutur Zulkifli.

Akibatnya dari tidak adanya garam yang terjual selama 3 tahun terakhir, Zulkilfi mengungkapkan untuk memenuhi ekonomi keluarga, banyak warganya yang mengalihkan lahan garam mereka menjadi tambak budidaya ikan.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri, Polda Kalbar Gelar Apel Operasi Ketupat Kapuas 2022

“Petani kita sekarang ini sudah banyak yang pindah fungsikan lahannya menjadi tambak budidaya, karena mereka beranggapan tidak bisa terus menerus bertahan untuk memproduksi garam karena harga yang tidak pernah berpihak kepada mereka,” cetusnya. (*/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aset SDN 3 Isorejo Diduga Dititipkan ke Rumah Anak Kepala Sekolah, Dinas Diminta Klarifikasi
Polisi di Lampung Utara Selesaikan Perkelahian Pelajar SMAN 1 Abung Tengah Secara Kekeluargaan
Propam Polda Lampung Turun ke Polres Pesisir Barat, Personel Jalani Pemeriksaan Gaktibplin
Kapolres Pesisir Barat Pimpin Sertijab Kapolsek Pesisir Utara, Iptu Sutomo Resmi Jabat Kapolsek Baru
Dugaan Pengancaman Kades Ogan Jaya, Polres Lampung Utara Pastikan Laporan Ditindaklanjuti
HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolda Lampung Beri Penghargaan kepada 32 Personel Berprestasi
Kapolres Lampung Utara dan APDESI Perkuat Sinergi Kamtibmas hingga Tingkat Desa
Ormas Garuda Geruduk Sejumlah Instansi di Lampung Selatan, Desak Penertiban J&T dan Perlindungan Pekerja
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:56 WIB

Aset SDN 3 Isorejo Diduga Dititipkan ke Rumah Anak Kepala Sekolah, Dinas Diminta Klarifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 18:39 WIB

Polisi di Lampung Utara Selesaikan Perkelahian Pelajar SMAN 1 Abung Tengah Secara Kekeluargaan

Rabu, 23 September 2026 - 11:48 WIB

Propam Polda Lampung Turun ke Polres Pesisir Barat, Personel Jalani Pemeriksaan Gaktibplin

Rabu, 23 September 2026 - 11:45 WIB

Kapolres Pesisir Barat Pimpin Sertijab Kapolsek Pesisir Utara, Iptu Sutomo Resmi Jabat Kapolsek Baru

Selasa, 22 September 2026 - 17:43 WIB

Dugaan Pengancaman Kades Ogan Jaya, Polres Lampung Utara Pastikan Laporan Ditindaklanjuti

Berita Terbaru