IdentikPos.com, Bandar Lampung – Polda Lampung mendorong Bhabinkamtibmas semakin peka membaca berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat pencegahan terhadap sejumlah potensi gangguan kamtibmas, termasuk bullying, tawuran pelajar, penggunaan gawai yang tidak terkontrol hingga penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme.
Penguatan kemampuan tersebut dilakukan melalui Pelatihan Kemampuan Bhabinkamtibmas Jajaran Polda Lampung Tahun 2026 yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Lampung di Hotel Kyriad, Bandar Lampung, pada 14–17 September 2026.
Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol A.F. Indra Napitupulu, S.I.K., M.M., mengatakan perkembangan persoalan sosial saat ini menuntut Bhabinkamtibmas tidak hanya menunggu gangguan kamtibmas terjadi. Personel di wilayah binaan diharapkan mampu mengenali potensi persoalan dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.
“Bhabinkamtibmas harus lebih peka, tanggap dan responsif terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Kombes Pol Indra.
Salah satu langkah yang didorong adalah mengoptimalkan kegiatan Police Goes to School. Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas diharapkan aktif memberikan edukasi kamtibmas kepada pelajar sekaligus membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan orang tua.
Penggunaan gawai secara berlebihan di kalangan anak dan remaja juga menjadi perhatian. Pasalnya, ruang digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan perundungan secara daring atau cyberbullying.
Tawuran Pelajar Jadi Perhatian
Potensi tawuran antarremaja dan pelajar turut menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut.
Bhabinkamtibmas diminta melakukan pemetaan terhadap lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul kelompok remaja, mengenali kelompok yang berpotensi terlibat perselisihan, serta meningkatkan patroli dialogis, khususnya pada jam-jam yang dinilai rawan.
Pemetaan dan komunikasi dengan masyarakat diharapkan dapat membantu personel mengetahui potensi konflik lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.
Kombes Pol Indra menegaskan, Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa, pekon dan kelurahan.
“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak dan garda terdepan Polri di tengah masyarakat. Karena itu, kehadirannya harus benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan masyarakat,” tegasnya.
Perkuat Deteksi Dini Radikalisme dan Ekstremisme
Pelatihan juga membekali peserta dengan kemampuan pencegahan radikalisme dan ekstremisme.
Kasatgaswil Lampung Densus 88 AT Polri Kombes Pol Stalanri K. Setinggar, S.I.K., memberikan materi mengenai Pencegahan Radikalisme dan Ekstremisme, termasuk penguatan kemampuan deteksi dini dan peringatan dini terhadap potensi penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pola penyebaran dan rekrutmen kelompok radikal yang dapat memanfaatkan media sosial dan aplikasi perpesanan untuk menjangkau masyarakat, termasuk generasi muda.
Bhabinkamtibmas juga didorong memperkuat ketahanan masyarakat melalui kerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Pendekatan persuasif serta koordinasi dengan satuan terkait juga ditekankan apabila ditemukan indikasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Bhabinkamtibmas Didorong Jadi Problem Solver
Tidak hanya kemampuan deteksi dini, Bhabinkamtibmas juga dituntut mampu menjadi problem solver ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.
Darmawan Purba, S.IP., M.IP., memberikan materi mengenai penyelesaian masalah, meliputi kemampuan mengidentifikasi akar persoalan, memetakan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, teknik negosiasi dan mediasi hingga pemanfaatan kearifan lokal serta musyawarah.
Kemampuan komunikasi turut diperkuat melalui materi Komunikasi Efektif yang disampaikan Dr. Wulan Siska, S.I.Kom., M.Si.
Peserta dibekali teknik komunikasi interpersonal dan persuasif, public speaking, komunikasi krisis, menghadapi keluhan masyarakat hingga pemanfaatan media sosial secara etis untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Sementara itu, Kabag Analis Polda Lampung AKBP Sigit Marianta, S.E., memberikan materi Deteksi Dini untuk meningkatkan kemampuan Bhabinkamtibmas dalam membaca berbagai potensi kerawanan di wilayah binaan.
Melalui pelatihan tersebut, Polda Lampung berharap kemampuan Bhabinkamtibmas semakin kuat dalam mendeteksi persoalan, membangun komunikasi, melakukan pencegahan serta menyelesaikan permasalahan masyarakat secara cepat, tepat dan humanis.
Dengan kemampuan tersebut, Bhabinkamtibmas diharapkan tidak hanya hadir ketika persoalan telah terjadi, tetapi juga aktif menjadi bagian dari upaya pencegahan serta mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Lampung.
Pewarta: Deni Andestia






















