IdentikPos.com, Jakarta – Tidak ada pidato panjang. Purbaya Yudhi Sadewa memilih menyampaikan beberapa kalimat saat mengakhiri masa tugasnya sebagai Menteri Keuangan setelah sekitar satu tahun menduduki jabatan tersebut.
Dalam momentum serah terima jabatan, Purbaya mengatakan dirinya tidak ingin berbicara panjang dan menyerahkan kelanjutan pekerjaan kepada Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara.
“Kalau sekarang saya akan serahkan ke Bapak Suahasil soal hasilnya ke depan. Jadi saya hanya ngomong pendek saja,” ujar Purbaya.
Pidato singkat tersebut menjadi penutup perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya pada 8 September 2025. Purbaya kemudian diberhentikan dari posisi tersebut pada September 2026 dan digantikan Suahasil Nazara.
Dari Insinyur hingga Ekonom
Purbaya bukan berlatar belakang pendidikan ekonomi sejak awal. Ia lahir di Bogor, 7 Juli 1964.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah itu, Purbaya melanjutkan pendidikan di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science serta Doktor di bidang Ilmu Ekonomi.
Perpaduan antara pendidikan teknik dan ekonomi kemudian menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebagai ekonom dan teknokrat.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Purbaya memulai karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA pada 1989–1994.
Ia kemudian masuk ke dunia riset dan pasar modal. Purbaya pernah menjadi Senior Economist Danareksa Research Institute, Chief Economist, Direktur Utama PT Danareksa Securities, hingga anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero).
Kariernya kemudian berlanjut di pemerintahan. Ia pernah menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Presiden, Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Polhukam dan Kemenko Kemaritiman, hingga Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Kemaritiman dan Investasi.
Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Purbaya dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 58/M Tahun 2020.
Setahun di Kursi Menteri Keuangan
Ketika dilantik pada 8 September 2025, Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan.
Dalam waktu sekitar satu tahun, Purbaya membawa pendekatan kebijakan yang cukup agresif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Salah satu kebijakan yang paling menonjol adalah penempatan dana pemerintah sekitar Rp200 triliun pada sejumlah bank, yang diarahkan untuk memperkuat likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke perekonomian. Kebijakan tersebut mulai dilakukan pada September 2025.
Pemerintah juga mencatat bahwa perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen, dengan pertumbuhan kuartal IV mencapai 5,39 persen. Kementerian Keuangan mengaitkan penguatan tersebut antara lain dengan investasi, konsumsi domestik, ekspor, belanja pemerintah dan dukungan kebijakan fiskal.
Momentum tersebut berlanjut pada kuartal I 2026. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan, meningkat dari 5,39 persen pada kuartal IV 2025. Kementerian Keuangan menyebut konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen, sementara konsumsi pemerintah tumbuh 21,8 persen.
Bagi Purbaya, angka 5,61 persen menjadi salah satu indikator penting karena menunjukkan ekonomi Indonesia mulai bergerak keluar dari pola pertumbuhan yang selama ini berada di kisaran 5 persen.
Mendorong Pertumbuhan Lebih Tinggi
Purbaya tidak hanya menargetkan pertumbuhan di kisaran 5 persen. Ia secara terbuka mendorong ekonomi Indonesia menuju 6 persen, bahkan kemudian menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan dapat mencapai 8 persen secara bertahap apabila investasi, ekspor, produktivitas dan kebijakan fiskal-moneter berjalan selaras.
Kementerian Keuangan juga mencatat sejumlah agenda reformasi fiskal, termasuk reformasi perpajakan dan kepabeanan serta percepatan belanja yang memberikan dampak berganda terhadap perekonomian.
APBN dan Penerimaan Negara
Dalam pengelolaan APBN 2025, realisasi sementara pendapatan negara tercatat Rp2.756,3 triliun. Penerimaan perpajakan mencapai Rp2.217,9 triliun, terdiri dari penerimaan pajak Rp1.917,6 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp300,3 triliun.
Namun, angka tersebut juga menunjukkan bahwa pengelolaan fiskal tetap menghadapi tekanan. Realisasi pendapatan negara berada di bawah target yang ditetapkan, sehingga ruang fiskal menjadi salah satu tantangan penting.
Ada Capaian, Ada Pula Tantangan
Jejak Purbaya selama satu tahun tidak sepenuhnya berisi capaian positif.
Reuters mencatat bahwa masa jabatannya berlangsung ketika Indonesia menghadapi tekanan terhadap rupiah, arus modal keluar dan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal. Pada periode yang sama, defisit anggaran melebar dan outlook peringkat kredit Indonesia dari Fitch dan Moody’s berada di posisi negatif.
Karena itu, penilaian terhadap satu tahun kepemimpinan Purbaya menjadi cukup kompleks.
Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi meningkat hingga 5,61 persen pada kuartal I 2026, pemerintah mendorong likuiditas perbankan dan Purbaya berusaha menggeser target pertumbuhan menuju 6 persen atau lebih.
Di sisi lain, pemerintah harus menghadapi persoalan defisit, kredibilitas fiskal dan kepercayaan pasar.
Berakhir dengan Pidato Pendek
Kini perjalanan Purbaya sebagai Menteri Keuangan berakhir. Presiden Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya, sekaligus membawa harapan agar pengelolaan fiskal ke depan lebih stabil dan mampu menjaga kepercayaan investor.
Purbaya sendiri menutup masa jabatannya dengan pidato yang relatif singkat.
Tidak banyak penjelasan mengenai capaian selama setahun. Ia memilih menyerahkan kelanjutan pekerjaan kepada pejabat yang menggantikannya.
Dari seorang insinyur lulusan ITB, kemudian menjadi ekonom, teknokrat, Ketua Dewan Komisioner LPS hingga Menteri Keuangan, Purbaya meninggalkan Kementerian Keuangan dengan rekam kebijakan yang cukup kuat.
Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen menjadi salah satu catatan positifnya, sementara persoalan fiskal, tekanan pasar dan kepercayaan investor menjadi bagian dari pekerjaan rumah yang turut mewarnai satu tahun masa jabatannya.
Pewarta: Heriyanto






















