Menyalakan Obor Kemerdekaan dari Bumi Sekala Brak: Pendidikan sebagai Jalan Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Alexander Saputra, S.H., M.M.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kabupaten Lampung Barat 

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu mengenang sejarahnya, tetapi juga bangsa yang mampu mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik daripada generasi sebelumnya.”

Dari Tanah Tua Sekala Brak, Menjaga Indonesia

Jauh di lereng Bukit Barisan, di antara kabut yang setiap pagi menyelimuti pegunungan dan hijaunya hamparan perkebunan kopi, berdiri sebuah tanah yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan sejarah Nusantara. Tanah itu adalah Sekala Brak, wilayah yang kini menjadi bagian penting dari Kabupaten Lampung Barat.

Bagi masyarakat Lampung, Sekala Brak bukan sekadar nama wilayah. Ia adalah simbol peradaban, tempat tumbuhnya nilai-nilai adat, musyawarah, gotong royong, penghormatan kepada leluhur, serta kecintaan terhadap alam yang diwariskan lintas generasi. Dari tanah inilah lahir pelajaran bahwa kemajuan harus berjalan berdampingan dengan kebijaksanaan, dan perubahan tidak boleh menghapus jati diri.

Ketika Republik Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, semangat yang telah lama hidup di berbagai daerah, termasuk di Tanah Lampung, melebur menjadi satu tekad: membangun sebuah bangsa yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil, dan makmur.

Kini, delapan puluh satu tahun telah berlalu.

Indonesia telah tumbuh menjadi negara besar dengan ratusan juta penduduk, ribuan pulau, ratusan bahasa daerah, dan keberagaman budaya yang tidak dimiliki bangsa lain. Namun, di balik seluruh capaian tersebut, cita-cita kemerdekaan belum boleh dianggap selesai. Masih ada tugas besar yang harus terus diperjuangkan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, menghadirkan keadilan sosial, memperkuat persatuan, dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi masa depan.

Di sinilah pendidikan menemukan makna perjuangannya.

Apabila dahulu kemerdekaan direbut melalui keberanian para pejuang di medan perang, maka hari ini kemerdekaan dipertahankan melalui ruang-ruang kelas. Di tangan para guru, cita-cita bangsa diwariskan. Di hati para peserta didik, harapan Indonesia ditanamkan. Dan di setiap sekolah, masa depan republik ini sedang dipersiapkan.

Sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kabupaten Lampung Barat, saya meyakini bahwa pendidikan adalah jalan paling mulia untuk menjaga kemerdekaan. Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi bangsa yang mampu membangun manusia yang berilmu, berkarakter, berintegritas, dan mencintai tanah airnya.

Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah, melainkan saat yang tepat untuk bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana kita mengisi kemerdekaan? Sudahkah sekolah-sekolah kita menjadi tempat lahirnya generasi yang unggul? Sudahkah anak-anak kita dipersiapkan menghadapi dunia yang berubah begitu cepat? Dan sudahkah kita mewariskan kepada mereka bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai kebangsaan, budaya, dan kemanusiaan?

Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab dengan kerja nyata. Sebab masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh siapa yang paling banyak berbicara tentang kemerdekaan, melainkan oleh siapa yang paling sungguh-sungguh mempersiapkan generasi penerusnya.

Dari Bumi Sekala Brak, kita belajar bahwa sejarah adalah akar, pendidikan adalah batang, dan generasi muda adalah buah yang kelak akan menentukan ke mana Indonesia akan tumbuh. Selama akar itu tetap kokoh, batangnya dirawat dengan baik, dan buahnya dijaga dengan penuh kasih, maka Indonesia akan terus berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat, adil, makmur, dan bermartabat di tengah dunia.

Jejak Kemerdekaan yang Tak Pernah Padam

Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh rakyat Indonesia kembali mengenang detik-detik bersejarah ketika Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan pada tahun 1945. Dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, Sang Merah Putih berkibar dengan gagah sebagai simbol kemerdekaan, persatuan, dan harapan seluruh anak bangsa.

Pada tahun 2026, Republik Indonesia memasuki usia ke-81. Delapan puluh satu tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Dalam rentang waktu tersebut, bangsa Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, mulai dari mempertahankan kemerdekaan, membangun pemerintahan, menghadapi krisis ekonomi, bencana alam, perubahan politik, hingga memasuki era revolusi digital yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru.

Namun satu hal yang tidak pernah berubah adalah cita-cita yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial.

Cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa memiliki semangat yang sama untuk terus belajar, bekerja, berinovasi, dan menjaga persatuan.

Bumi Sekala Brak, Jejak Peradaban Lampung

Di bagian barat Provinsi Lampung berdiri Kabupaten Lampung Barat, sebuah daerah yang dikenal sebagai bagian dari Bumi Sekala Brak. Tanah ini bukan sekadar wilayah administratif, tetapi merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Lampung.

Baca Juga :  AKBP Siswantoro Bagikan Sembako di Jalan Raya Saat Menuju Lokasi Acara Jum’at Curhat

Sekala Brak dikenal sebagai salah satu pusat peradaban tua masyarakat Lampung. Dari wilayah inilah berkembang nilai-nilai adat, kebersamaan, musyawarah, gotong royong, penghormatan kepada leluhur, serta hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam. Nilai-nilai tersebut diwariskan turun-temurun dan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat hingga sekarang.

Hamparan pegunungan Bukit Barisan, hutan yang masih terjaga, serta kebun kopi yang menjadi kebanggaan Lampung Barat bukan hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga menjadi saksi perjalanan masyarakat dalam membangun kehidupan yang selaras dengan alam dan budaya.

Warisan sejarah inilah yang menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam membangun masa depan. Sebab, bangsa yang maju bukanlah bangsa yang melupakan sejarahnya, melainkan bangsa yang mampu menjadikan sejarah sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Makna Kemerdekaan di Usia ke-81 Republik Indonesia

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan. Ia merupakan momentum untuk melakukan refleksi, apakah kemerdekaan telah benar-benar menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kini perjuangan bangsa tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata. Perjuangan masa kini diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, pelayanan publik yang berintegritas, serta pemerataan pendidikan hingga ke pelosok negeri.

Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi maupun letak geografis.

Bagi Kabupaten Lampung Barat, semangat kemerdekaan berarti memastikan bahwa setiap sekolah, dari pusat kota hingga daerah terpencil, menjadi tempat tumbuhnya harapan dan lahirnya generasi yang akan membawa nama baik daerah serta Indonesia di masa depan.

Karena itu, pendidikan bukan sekadar program pembangunan. Pendidikan adalah amanah konstitusi, investasi bangsa, dan jalan paling mulia untuk mengisi kemerdekaan.

Dari ruang-ruang kelas yang sederhana, dari tangan-tangan guru yang tulus, serta dari semangat belajar anak-anak di pelosok negeri, masa depan Indonesia perlahan sedang dibangun. Di sanalah cita-cita kemerdekaan menemukan maknanya yang paling nyata.

Pendidikan: Perjuangan Baru Mengisi Kemerdekaan

Apabila dahulu para pahlawan mempertahankan kemerdekaan dengan keberanian di medan perang, maka pada abad ke-21 perjuangan itu hadir dalam wajah yang berbeda. Musuh yang dihadapi bukan lagi penjajahan fisik, melainkan kebodohan, kemiskinan, ketimpangan pendidikan, penyalahgunaan teknologi, lunturnya nilai-nilai kebangsaan, serta semakin ketatnya persaingan global.

Karena itu, pendidikan menjadi benteng utama bangsa. Pendidikan bukan sekadar proses mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia Indonesia yang memiliki karakter, integritas, rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kecintaan kepada tanah air.

Bangsa yang maju selalu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Sejarah telah membuktikan bahwa negara-negara yang mampu bersaing di tingkat dunia adalah negara yang berhasil membangun sumber daya manusianya melalui pendidikan yang berkualitas.

Hal yang sama harus menjadi tekad kita bersama. Lampung Barat tidak boleh hanya dikenal karena keindahan alam dan hasil perkebunan kopinya, tetapi juga harus dikenal sebagai daerah yang mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Guru, Pelita yang Menjaga Nyala Kemerdekaan

Di balik setiap anak yang berhasil menggapai cita-citanya, selalu ada sosok guru yang mengabdikan hidupnya dengan penuh keikhlasan.

Guru tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Guru adalah pembimbing, motivator, teladan, sekaligus pembangun karakter. Dari tangan seorang guru lahir generasi yang mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang harus diperjuangkan dan mana yang harus ditinggalkan.

Di Kabupaten Lampung Barat, para guru menjalankan tugas mulia dalam berbagai kondisi. Ada yang mengajar di sekolah yang mudah dijangkau, ada pula yang harus menempuh perjalanan jauh demi memastikan anak-anak tetap memperoleh haknya atas pendidikan.

Dedikasi seperti inilah yang sesungguhnya merupakan wujud nyata mengisi kemerdekaan. Sebab setiap ilmu yang diajarkan, setiap nasihat yang diberikan, dan setiap keteladanan yang ditunjukkan adalah investasi bagi masa depan Indonesia.

Pendidikan Dasar Menentukan Arah Bangsa

Sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kabupaten Lampung Barat, saya meyakini bahwa pendidikan dasar merupakan pondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Pada jenjang inilah anak mulai mengenal nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, serta semangat belajar sepanjang hayat. Keberhasilan pendidikan dasar akan menentukan kualitas pendidikan pada jenjang berikutnya.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Hadiri Upacara HUT Ke-81 RI Tingkat Provinsi Lampung, Teguhkan Komitmen TNI untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan dasar harus menjadi perhatian bersama. Pemerataan akses pendidikan, peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi dan numerasi, penyediaan sarana prasarana yang memadai, serta penguatan pendidikan karakter harus berjalan secara seimbang.

Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mampu membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik. Anak-anak tidak hanya didorong untuk menghafal, tetapi juga diajak berpikir kritis, berdiskusi, berkreasi, dan menemukan solusi atas berbagai persoalan kehidupan.

Menjawab Tantangan Era Digital

Dunia saat ini berubah dengan sangat cepat. Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), transformasi digital, otomatisasi, dan perkembangan teknologi informasi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia.

Perubahan tersebut tentu membawa banyak manfaat. Namun, di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru. Informasi yang begitu cepat menyebar harus disikapi dengan kemampuan berpikir kritis. Teknologi harus digunakan secara bijaksana, bukan menjadi alat yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaan.

Karena itu, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki etika dalam menggunakannya. Anak-anak harus dibekali kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan menyelesaikan masalah, tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi Pancasila.

Kemajuan teknologi harus menjadi sahabat dunia pendidikan, bukan pengganti peran guru. Sebab teknologi dapat menyampaikan informasi, tetapi hanya guru yang mampu menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menginspirasi kehidupan.

Dengan semangat Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, mari kita jadikan pendidikan sebagai gerakan bersama. Gerakan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk hati, memperkuat karakter, dan menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara.

Sebab, dari ruang-ruang kelas hari ini, Indonesia sedang mempersiapkan para pemimpin, ilmuwan, tenaga kesehatan, petani modern, wirausahawan, aparat negara, dan berbagai profesi lain yang akan menentukan wajah bangsa pada masa mendatang.

Dari Langkah Kecil Anak-Anak Lampung Barat Menuju Indonesia Emas

Setiap pagi, ketika embun masih menggantung di lereng Bukit Barisan dan sinar matahari perlahan menyapa Bumi Sekala Brak, langkah-langkah kecil anak-anak mulai memenuhi jalan menuju sekolah. Dengan seragam merah putih yang dikenakan penuh kebanggaan, mereka membawa tas di pundak dan harapan di dalam hati.

Mungkin bagi sebagian orang, perjalanan itu hanyalah rutinitas. Namun sesungguhnya, setiap langkah mereka adalah langkah Indonesia menuju masa depan.

Di ruang-ruang kelas yang sederhana, di tengah udara sejuk pegunungan Lampung Barat, sedang tumbuh mimpi-mimpi besar. Ada yang bercita-cita menjadi guru agar dapat kembali mengabdi di kampung halamannya. Ada yang ingin menjadi dokter untuk melayani masyarakat hingga pelosok negeri. Ada yang ingin menjadi insinyur, peneliti, aparat penegak hukum, anggota TNI dan Polri, petani modern, pengusaha, maupun pemimpin bangsa yang membawa Indonesia semakin maju.

Semua cita-cita itu berawal dari satu tempat, yaitu sekolah.

Karena itu, tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan hanya karena lahir di daerah pegunungan, pedesaan, atau keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Amanat konstitusi telah menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu.

Merawat Budaya, Menjemput Masa Depan

Kemajuan tidak boleh membuat kita melupakan jati diri. Lampung Barat memiliki warisan budaya yang sangat berharga. Adat istiadat, bahasa daerah, semangat gotong royong, penghormatan kepada orang tua, serta kecintaan terhadap alam merupakan nilai-nilai yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Anak-anak harus mampu menggunakan teknologi modern, tetapi juga memahami sejarah daerahnya. Mereka harus mampu berkomunikasi dengan dunia, tanpa kehilangan identitas sebagai putra-putri Indonesia yang lahir dari budaya yang luhur.

Sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tersebut. Pendidikan harus menjadi tempat bertemunya ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan karakter. Dari perpaduan itulah akan lahir generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan lingkungan.

Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan

Membangun pendidikan bukanlah tugas pemerintah semata. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Pemerintah hadir melalui kebijakan dan pelayanan yang berpihak kepada peserta didik. Guru memberikan ilmu dan keteladanan. Orang tua menjadi pendidik pertama di rumah. Tokoh agama dan tokoh adat menanamkan nilai-nilai moral. Dunia usaha dan masyarakat ikut mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.

Apabila seluruh elemen bangsa berjalan bersama, maka pendidikan akan menjadi gerakan besar yang mampu mengubah masa depan daerah dan bangsa.

Sebaliknya, apabila pendidikan diabaikan, maka bangsa akan kehilangan arah. Sebab kemajuan tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas manusianya.

Baca Juga :  Polres Tanggamus Gelar Bakti Sosial Bersihkan Pantai dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-78

Menuju Indonesia Emas 2045

Indonesia memiliki cita-cita besar menyongsong satu abad kemerdekaan pada tahun 2045. Visi Indonesia Emas bukan sekadar harapan, melainkan tujuan yang harus dipersiapkan mulai hari ini.

Generasi yang akan memimpin Indonesia pada tahun 2045 adalah anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar. Mereka adalah generasi yang akan menghadapi dunia yang jauh berbeda dengan hari ini. Dunia yang semakin terdigitalisasi, semakin kompetitif, dan semakin membutuhkan sumber daya manusia yang unggul.

Oleh karena itu, tugas kita saat ini adalah memastikan mereka memperoleh pendidikan terbaik. Pendidikan yang membentuk kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, serta kecerdasan spiritual secara seimbang.

Kita ingin anak-anak Lampung Barat tumbuh menjadi pribadi yang mampu bersaing secara global, tetapi tetap rendah hati. Menguasai ilmu pengetahuan, tetapi tetap menjunjung tinggi etika. Mencintai kemajuan, tetapi tidak melupakan budaya dan tanah kelahirannya.

Inilah makna sesungguhnya mengisi kemerdekaan. Bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi membangun manusia. Bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter. Karena pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki hari ini, melainkan oleh generasi yang kita didik dan kita persiapkan mulai sekarang.

Menatap Masa Depan Indonesia dari Bumi Sekala Brak

Pada akhirnya, setiap peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menguatkan tekad untuk menata masa depan. Delapan puluh satu tahun perjalanan bangsa telah membuktikan bahwa Indonesia mampu melewati berbagai ujian. Namun, tantangan ke depan akan jauh lebih kompleks. Persaingan global, perkembangan kecerdasan buatan, perubahan iklim, ketahanan pangan, dan transformasi digital menuntut bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.

Di sinilah pendidikan menjadi kunci utama. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak selalu terlihat hari ini, tetapi akan menentukan wajah Indonesia puluhan tahun mendatang. Setiap buku yang dibaca anak-anak, setiap ilmu yang diajarkan guru, setiap nilai kejujuran yang ditanamkan orang tua, dan setiap semangat belajar yang tumbuh di sekolah merupakan fondasi bagi lahirnya Indonesia yang lebih kuat.

Kabupaten Lampung Barat, dengan seluruh kekayaan sejarah, budaya, dan alamnya, memiliki peran penting dalam perjalanan besar tersebut. Dari Bumi Sekala Brak, kita ingin melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga bijaksana dalam bersikap, kuat dalam karakter, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Mari kita yakini bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi anak-anak Lampung Barat. Tidak ada batas bagi mereka untuk berkarya selama diberikan pendidikan yang berkualitas, kesempatan yang adil, dan lingkungan yang mendukung. Dari desa-desa, dari lereng Bukit Barisan, dari sekolah-sekolah yang berdiri di tengah hamparan kebun kopi, akan lahir generasi yang kelak mengharumkan nama daerah, Provinsi Lampung, bahkan Indonesia di mata dunia.

Sebagai insan pendidikan, kita memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Amanah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya tertulis dalam konstitusi, tetapi harus diwujudkan dalam setiap langkah pengabdian. Pendidikan harus menjadi ruang yang melahirkan harapan, memperkuat persatuan, dan membangun optimisme bahwa masa depan Indonesia akan lebih baik daripada hari ini.

Mari kita jadikan semangat Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sebagai energi untuk terus berbenah, terus belajar, terus mengabdi, dan terus berkarya. Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu mewarisi kemerdekaan, tetapi juga bangsa yang mampu mewariskan ilmu pengetahuan, karakter, dan peradaban kepada generasi berikutnya.

Akhirnya, dari Bumi Sekala Brak kami menyampaikan harapan kepada seluruh rakyat Indonesia: marilah kita menjaga persatuan, menghormati keberagaman, memajukan pendidikan, serta bergandengan tangan membangun negeri ini dengan semangat gotong royong sebagaimana diwariskan oleh para pendiri bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Semoga Sang Merah Putih senantiasa berkibar dengan gagah di langit Nusantara, menjadi simbol persatuan, keberanian, dan harapan. Semoga pendidikan terus menjadi cahaya yang menerangi setiap anak bangsa, dari kota hingga pelosok desa, dari pesisir hingga pegunungan, termasuk dari Bumi Sekala Brak di Kabupaten Lampung Barat.

Dengan semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, marilah kita melangkah bersama membangun generasi yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing global. Karena masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat hari ini, melainkan oleh seberapa baik kita mendidik generasi penerus untuk menghadapi hari esok.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Keributan Berujung Maut, Polres Lampung Utara Amankan Satu Pria di Bukit Kemuning
Kapolres Pesisir Barat Pimpin Upacara PTDH Tiga Personel, Tegaskan Penegakan Kode Etik Polri
Wakapolres Pesisir Barat Pimpin Latkatpuan Fungsi Teknis Lantas, Tingkatkan Pemahaman Personel
Pidato Singkat Purbaya Usai Dicopot, Ini Profil dan Jejak Setahun Menjabat Menteri Keuangan
Anggaran BPBD Lampung 2025 Disorot, BPK Temukan Dugaan Kekurangan Volume dan Denda Rp4,1 Miliar
Usai Dicopot, Purbaya Pilih Mancing Sambil Melamun: “Kok Gue Dipecat?”
Wakapolres Pesisir Barat Turun Langsung Sidak Polsek Pesisir Utara, Disiplin dan Kesiapan Personel Dicek
Pernyataan Noel soal Purbaya Kembali Disorot, Dulu Sebut “Di-Noel-kan”, Kini Eks Menkeu Dicopot
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:54 WIB

Keributan Berujung Maut, Polres Lampung Utara Amankan Satu Pria di Bukit Kemuning

Rabu, 16 September 2026 - 12:49 WIB

Kapolres Pesisir Barat Pimpin Upacara PTDH Tiga Personel, Tegaskan Penegakan Kode Etik Polri

Rabu, 16 September 2026 - 12:45 WIB

Wakapolres Pesisir Barat Pimpin Latkatpuan Fungsi Teknis Lantas, Tingkatkan Pemahaman Personel

Selasa, 15 September 2026 - 21:17 WIB

Pidato Singkat Purbaya Usai Dicopot, Ini Profil dan Jejak Setahun Menjabat Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 21:11 WIB

Anggaran BPBD Lampung 2025 Disorot, BPK Temukan Dugaan Kekurangan Volume dan Denda Rp4,1 Miliar

Berita Terbaru