Keterbukaan Informasi di Indonesia Masih Sebatas Formalitas dan Seremonial Serta Pencitraan

Selasa, 28 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

IdentikPos.com, Jakarta – Refleksi Dalam memperingati ke 19, Hari Keterbukaan Sedunia dan Tahun ke 13 Hari Keterbukaan Informasi  Sihotang Indonesia.

Patar ketua Umum PKN menyampaikan pada acara Konfrensi pers dalam rangka Memperingati Hari Hak Untuk Tahu sedunia tanggal 28 September 2021 jam 16.00 di kantor pusat PKN Jl Caman Raya no 7 Jatibening Bekasi.

Patar menjelaskan bahwa Adapun sejarah peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia pertama kali dideklarasikan di Kota Sofia, Bulgaria pada 28 September 2002, Gagasan utama yang hendak disampaikan dari peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia adalah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak dan kebebasan mereka dalam mengakses informasi publik.

Di Indonesia sendiri Juga ada peringatan hari Keterbukaan Informasi Indonesia yang di peringati setiap tanggal 30 April karena UU Informasi Publik Nomor 14 tahun 2008 di sahkan pada tanggal 30 April 2008.Lanjut patar

Menurut Patar Sihotang keberadaan UU 14 Tahun 2008 dan Lembaga Komisi Informasi belum bisa menjawab dan mencapai Tuntutan Reformasi yaitu terciptanya budaya keterbukaan dan Transparansi penyelenggaraan Negara untuk mencapai Clean Goverment atau pemerintahan yang bersih dalam mewujudkan Masyarakat adil dan Makmur dan berkeadilan
Keterbukaan Informasi di Indonesia masih sebatas Formalitas dan Seremonial dan Pencitraan. Ucap Patar

Fakta antara lain Merujuk pada laporan Ketua KIP pada pelaksanaan Penganugerahan Award Keterbukaan Informasi tahun 2020 di Kantor Wakil Presiden RI, dinyatakan bahwa baru 60 badan publik atau 17,4% yang mendapatkan kategori informatif, 34 badan publik atau 9,8% dengan kategori menuju informatif, selebihnya masih dalam kategori cukup informatif, kurang informatif dan tidak informatif dari 348 badan publik yang dipantau. Ungkap patar

Fakta hasil penelitian Tim pemantau keuangan negara terhadap Indeks keterbukaan Informasi Publik dengan obyek sasaran adalah badan Publik Lembaga Komisi Informasi yang ada di 34 provisni dan 1 Komisi Informasi Pusat , penelitian dengan mengunakan data sekunder diperoleh melalui penelusuran dokumen peraturan, pemberitaan dan pelaporan dan Website seluruh Komisi Informasi, dalam penelitian Ini Tim PKN memfokuskan pada variabel bagaimana Kepatutan komisi Informasi dalam melaksanakan atau Implementasikan perintah dan amanat UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi khsusus nya pasal 7 ayat 6 Tentang kewajiban badan publik menayangkan Informasi Publik dengan mengunakan perangkat Website atau perangkat lainnya dan pengumuman Informasi publik yang di umumkan secara berkala tentang laporan keuangan sesuai pasal 9 ayat 2 huruf c UU 14tahun 2008 dan perki Nomor 1 tahun 2010 yang di rubah menjadi perki Nomor 1 tahun 2021 tentang standard pelayanan Informasi Publik . Ujarnya

Baca Juga :  Polsek Sumber Jaya Polres Lampung Barat Bagikan Paket Sembako Kepada Tukang Ojek dan Masyarakat di Wilayah Hukumnya

kesimpulan yang di dapat sesuai dengan Tabel 1, di dapat
Dari 35 Lembaga Komisi Informasi yang memiliki Website 22 atau 63 % dan yang yang mengumumkan laporan keuangan seperti yang di maksud pasal 9 ayat 2 hurup c adalah hanya 23 % atau menurut Data ini dapat kami simpulkan sementara ..bahwa Indek Komisi Informasi Publik adalah 63 %+23%=86% bagi 2 = …. ini menurut PKN dan belum tentu pasti juga..masih perlu dengan pertimbangan data lain .
Data ini antagonis dengan fungsi dan tugas Komisi informasi ini adalah Strategis antara lain
FUNGSI KOMISI INFORMASI : Komisi Informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/ atau ajudikasi nonlitigasi. (berdasarkan Pasal 23 UU No.14 Tahun 2008)
TUGAS KOMISI INFORMASI (berdasarkan pasal 26 ayat 1 UU No.14 Tahun 2008) :
Menerima, memeriksa dan memutus permohonan penyelesaian sengketa informasi publik melalui mediasi dan atau ajudikasi nonlitigasi yang diajukan oleh setiap pemohon informasi publik berdasarkan alasan sebagaimana yang dimaksud dalam undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Pungkasnya

Menetapkankan kebijakan umum pelayanan informasi publik ; dan menetapkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis
patar memaparkan bahwa berdasarkan Regulasi diatas Komisi Informasi telah di berikan kepercayaan oleh Negara dan rakyat untuk menjalankan amanat UU No 14 Tahun 2008 namun sampai sekarang belum tercapai seperti yang di harapkan oleh Rakyat dan negara nyaitu belum tercipta Pemerintahan Yang transparansi dan keterbukaan guna mencapai pemerintahan yang bersih .
kondisi ini juga di akibatkan adanya Komisioner Komisioner yang tidak mandiri dan tidak berwasasan membela kerakyatan lebih cendrung Arogan dan belum memahami Tujuan di lahirkan Komisi Informasi antara lain menjamin Rakyat Untuk mendapatkan hak hak Informasi nya sesuai Perintah Konstitusi Pasal 28 f UUD 1945. Dengan fakta pengalaman Pemantau keuangan negara bersidang di Komisi Informasi di seluruh Indonesia dimana majelis komisiomer nya membuat pertimbangan Hukum nya tidak sesuai dengan Undang Undang dan perki dan cendrung dan terkesan hanya mencari cari kesalahan dan usaha menjegal Pemohon (Rakyat) dalam hal ini PKN Contoh nya pada persidangan di Komisi Informasi sumatera utara ,PKN pemohon melawan kepala Tanjung garbus sebagai termohon ,majelis Komisiomer menolak permohonan PKN hanya gara gara dan persoalan PKN mengunakan 2 SK Menteri Hukum Ham yang yang mana kedua SK tersebut masih berlaku dan Sah di Kementerian Hukum dan Ham . demikian Ujar Patar sihotang sambil menunjukkan Putusan kepada awak media yang ikut pada konprensi pers .
Patar juga menjelas kan pengalaman yang menjengkelkan ,Ketika bersidang di Komisi Informasi Propinsi Sumatera Selatan PKN sebagai Pemohon dan Bupati lahat sebagai Termohon . dalam Pertimbangan Hukum dan Putusannya Permohonan PKN di tolak , dengan alasan PKN salah membuat keberatan kepada atasan ,bahwa Komisioner mengatakan bahwa Bupati bukan lah atasan PPID Utama yang hal ini di jabat kepala dinas Kominfo , pada saat persidangan PKN sebagai pemohon sudah berkeras dan memaksa majelis Komisioner agar membaca apa pengertian …..ATASAN …. Di pasal pengertian pada perki no 1 tahun 2010 dan perki nomor 2013 namun majelis Komisioner tidak mendengar kan terikan rakyat dan dengan arogan nya membuat putusan menolak PKN ( Rakyat ) mendapatkan hak hak konstitusinya , selanjutnya apa yang terjadi , dengan perasaan jengkel kesal dan Prustasi PKN melakukan perlawanan Hukum dengan cara naik banding ke PTUN Palembang dan ini sangat menguras waktu, tenaga dan Pemikiran dan lebih patal lagi mengeluarkan uang banyak untuk pendaftaran ke PTUN dan biaya biaya Bolak balik Sidang ..Jelas patar

Baca Juga :  Tampil Memukau, Polisi Cilik Polres Tanggamus Dikukuhkan Kapolres

ini PKN rasakan hanya karena Arogansi dan ketidak cakapan dan ketidak cerdasan majelis Komisioner nya, sebenarnya masih banyak contoh pengalaman persidangan yang mengecewakan pemohon, namun sementara hanya 2 fakta diatas sebagai bahan renungan buat para Komisi Informasi dan Para penguasa badan Publik di negeri ini .demikian Ucap Patar sihotang .jelasnya

Patar menyatakan Bahwa Kemandirian Komisi Informasi tidak akan berhasil dan selamanya akan mengambang apabila Anggaran keuangan Komisi Informasi masih di bebankan pada mata anggaran Pemerintah dalam hal ini di APBN kementerian Kominfo dan APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, dan kami pemantau keuangan Negara PKN sudah sering membuat saran Tindakan kepada Presiden dan DPR Pusat agar Anggaran Komisioner dan kesejahteraan Para Komisiomner ya di perhatikan oleh Pemerintah dan negara apabila negeri ini benar benar menginginkan republic ini benar benar memiliki budaya Transparansi .karena kalau anggaran Komisi informasi masih di bawah ketiak pemerintah ,maka Komisi Informasi tidak akan bisa mandiri dan mudah di tekan dan di intervensi oleh badan public yang berkuasa .ucap patar .

kepada para Komisioner dan Para penguasa badan Publik agar maksud dan tujuan terkandung dalam Pembentukan UU no 14 tahun 2008 dan Pembentukan Lembaga komisi Informasi benar benar di laksanakan secara murni dan konsekwen karena Keterbukaan dan Transparansi itu adalah salah satu Pilar dalam mencegah Tindak pidana Korupsi .
Dan kita harus mensukseskan program Presiden Jokowi dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional) Tahun 2020-2024. “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, yang selanjutnya disebut RPJM Nasional, adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 dan salah satu Amanat yang di berikan kepada Lembaga Komisi Informasi tentang INDEKS KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK (IKIP). Harapan patar

Baca Juga :  Wujudkan Balita Sehat, Babinsa Kodim 0421/LS Dampingi Petugas Berikan Layanan Posyandu

Agar Semua para pegiat Korupsi dan masyarakat sama sama bergandengan tangan dalam mendorong Komisi Informasi dan segala perangkatnya untuk tercipta suasana keterbukaan informasi di Indonesia demi tercapainya pemerintahan yang bersih dalam mengwujudkan masyarakat adil dan Makmur sesuai tujuan kemerdekaan republic Indonesia ,,,Demikian di sampaikan Patar sihotang SH MH pada acara Konfrensi pers memperingati hari Hak Untuk Tahu Internasional . Tutup patar

 

 

 

 

Pewarta: Betrik susanto/PKN Lampung

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kapolres Pesisir Barat Pimpin Upacara PTDH Tiga Personel, Tegaskan Penegakan Kode Etik Polri
Wakapolres Pesisir Barat Pimpin Latkatpuan Fungsi Teknis Lantas, Tingkatkan Pemahaman Personel
Pidato Singkat Purbaya Usai Dicopot, Ini Profil dan Jejak Setahun Menjabat Menteri Keuangan
Anggaran BPBD Lampung 2025 Disorot, BPK Temukan Dugaan Kekurangan Volume dan Denda Rp4,1 Miliar
Usai Dicopot, Purbaya Pilih Mancing Sambil Melamun: “Kok Gue Dipecat?”
Wakapolres Pesisir Barat Turun Langsung Sidak Polsek Pesisir Utara, Disiplin dan Kesiapan Personel Dicek
Pernyataan Noel soal Purbaya Kembali Disorot, Dulu Sebut “Di-Noel-kan”, Kini Eks Menkeu Dicopot
Bakar Lahan untuk Tanam Padi, Petani 80 Tahun Tewas Dilalap Api di Lampung Utara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:49 WIB

Kapolres Pesisir Barat Pimpin Upacara PTDH Tiga Personel, Tegaskan Penegakan Kode Etik Polri

Rabu, 16 September 2026 - 12:45 WIB

Wakapolres Pesisir Barat Pimpin Latkatpuan Fungsi Teknis Lantas, Tingkatkan Pemahaman Personel

Selasa, 15 September 2026 - 21:17 WIB

Pidato Singkat Purbaya Usai Dicopot, Ini Profil dan Jejak Setahun Menjabat Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 21:11 WIB

Anggaran BPBD Lampung 2025 Disorot, BPK Temukan Dugaan Kekurangan Volume dan Denda Rp4,1 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 17:49 WIB

Usai Dicopot, Purbaya Pilih Mancing Sambil Melamun: “Kok Gue Dipecat?”

Berita Terbaru