IdentikPos.com, Lampung Barat – Seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Barat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Prayitno, diduga terlibat dalam aksi pemukulan terhadap seorang kru musik di Desa Manggarai, Kecamatan Air Hitam, Minggu malam (18/10/2026).
Korban diketahui bernama Wendi Pernando, warga Pajar Bulan, Pasar Senin, yang disebut merupakan kru musik Autha. Insiden tersebut menjadi perhatian karena diduga melibatkan seorang pejabat publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu diduga bermula ketika Prayitno merasa tersinggung lantaran belum mendapat giliran untuk bernyanyi di atas panggung dalam sebuah acara hiburan.
Situasi kemudian memanas hingga berujung pada dugaan pemukulan terhadap korban. Selain itu, beredar informasi bahwa yang bersangkutan diduga berada di bawah pengaruh minuman keras (miras) saat kejadian berlangsung.
“Penyebab utamanya karena merasa tersinggung belum dipanggil untuk bernyanyi. Ditambah lagi, yang bersangkutan diduga dalam kondisi terpengaruh miras,” ujar seorang saksi di sekitar lokasi, sebagaimana disampaikan dalam informasi yang dihimpun.
Akibat kejadian tersebut, korban disebut mengalami luka dan trauma. Namun, kondisi korban serta kronologi lengkap peristiwa itu masih perlu dipastikan melalui keterangan korban, saksi, dan pihak berwenang.
Peristiwa yang diduga melibatkan anggota legislatif ini diharapkan mendapat perhatian aparat penegak hukum agar dapat ditangani secara objektif dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain proses hukum, partai politik yang menaungi yang bersangkutan juga diharapkan dapat melakukan klarifikasi dan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai mekanisme internal partai apabila ditemukan dasar yang cukup.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Prayitno maupun pihak kepolisian terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.
Pewarta: Hendri






















