IdentikPos.com, Lampung Selatan – Program Revitalisasi SMAN 1 Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp914.969.000 mulai dikerjakan. Anggaran tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi sekolah, pekerjaan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 13 Juli 2026.
Ruang lingkup pekerjaan yang tercantum meliputi rehabilitasi empat ruang kelas, pembangunan ruang BK, ruang OSIS dan ruang toilet.
Dengan nilai anggaran mencapai hampir Rp915 juta, rincian perencanaan dan pelaksanaan menjadi penting untuk diperiksa. Terutama menyangkut RAB, volume pekerjaan, gambar teknis, spesifikasi material serta progres fisik di lapangan.
Material Besi Diukur, Spesifikasi Perlu Dicocokkan dengan RAB
Dokumentasi lapangan yang diperoleh menunjukkan adanya pengukuran material besi menggunakan alat ukur digital.
Dalam salah satu dokumentasi terlihat hasil pengukuran sekitar 6,6 mm, sedangkan dokumentasi lainnya menunjukkan sekitar 10,5 mm.
Namun, angka tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya ketidaksesuaian material.
Pengukuran lapangan perlu dibandingkan dengan diameter nominal yang tercantum dalam RAB, gambar teknis dan spesifikasi konstruksi. Sebab, kebutuhan material dapat berbeda berdasarkan fungsi dan bagian konstruksi yang dikerjakan.
Karena itu, persoalan utama bukan semata-mata pada angka hasil pengukuran, melainkan apakah material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen pekerjaan.
Dana BOS 2025 Rp1,89 Miliar Juga Perlu Dibuka Rinciannya
Di sisi lain, pengelolaan Dana BOS SMAN 1 Sidomulyo Tahun 2025 juga menjadi bagian yang perlu diklarifikasi.
Data yang diperoleh mencatat total Dana BOS 2025 sebesar Rp1.891.500.000, yang disalurkan dalam dua tahap.
Tahap I tercatat Rp945.750.000, sedangkan Tahap II juga sebesar Rp945.750.000.
Dari anggaran tersebut terdapat pos pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Pada Tahap I tercatat sebesar Rp201.875.650, sedangkan Tahap II sebesar Rp121.027.300.
Jika dijumlahkan, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana mencapai Rp322.902.950.
Angka tersebut perlu diurai berdasarkan kegiatan. Publik setidaknya perlu mengetahui pekerjaan apa yang dilakukan, lokasi, volume, nilai masing-masing pekerjaan, waktu pelaksanaan serta hasil pekerjaan.
Apakah Objek Pekerjaan Sama?
Persoalan yang perlu diperjelas bukan berarti Dana BOS 2025 dan program revitalisasi 2026 memiliki keterkaitan.
Keduanya merupakan program pada tahun anggaran berbeda dengan sumber pendanaan berbeda.
Namun, karena sama-sama menyangkut sarana dan prasarana sekolah, perlu dipastikan apakah terdapat objek atau bagian bangunan yang sebelumnya memperoleh pemeliharaan melalui Dana BOS 2025 dan kemudian kembali masuk dalam pekerjaan revitalisasi 2026.
Klarifikasi tersebut penting untuk menghindari kesimpulan yang keliru sekaligus memastikan bahwa setiap anggaran digunakan untuk kegiatan yang memang direncanakan dan dapat dipertanggungjawabkan.
RAB Menjadi Dokumen Kunci
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, RAB revitalisasi senilai Rp914.969.000 menjadi salah satu dokumen utama.
Dari RAB dapat diketahui pembagian anggaran untuk masing-masing pekerjaan, termasuk rehabilitasi empat ruang kelas, ruang BK, ruang OSIS dan toilet.
Selain RAB, gambar teknis, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, daftar material serta dokumen P2SP juga diperlukan untuk mencocokkan antara perencanaan dan kondisi fisik di lapangan.
Dengan demikian, penilaian terhadap material tidak hanya berdasarkan pengamatan visual maupun pengukuran sesaat, tetapi berdasarkan dokumen teknis yang menjadi dasar pekerjaan.
Progres 120 Hari Juga Perlu Dipantau
Pekerjaan tercatat dimulai pada 13 Juli 2026 dengan durasi 120 hari kalender.
Artinya, progres pekerjaan hingga saat ini menjadi bagian penting yang perlu dilihat secara berkala.
Perbandingan antara rencana pekerjaan, bobot pekerjaan dan progres fisik aktual dapat memberikan gambaran apakah pelaksanaan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan publik terhadap pelaksanaan program revitalisasi yang menggunakan anggaran negara.
Sekolah Diberi Ruang Memberikan Klarifikasi
IDENTIKPOScom telah menyiapkan konfirmasi kepada pihak SMAN 1 Sidomulyo mengenai program revitalisasi 2026 maupun pengelolaan Dana BOS 2025.
Konfirmasi tersebut mencakup RAB, rincian pekerjaan, mekanisme P2SP, spesifikasi material, progres fisik, sumber dan penggunaan anggaran serta dokumen pertanggungjawaban.
Untuk Dana BOS 2025, pihak sekolah juga dimintai penjelasan mengenai penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp322.902.950, termasuk rincian kegiatan dan lokasi pekerjaannya.
Pihak sekolah diberikan ruang yang cukup untuk memberikan penjelasan, klarifikasi maupun hak jawab.
Pemberitaan ini tidak menyimpulkan adanya pelanggaran atau penyimpangan. Kesesuaian antara anggaran, dokumen perencanaan dan pelaksanaan fisik harus terlebih dahulu diuji berdasarkan dokumen resmi serta kondisi pekerjaan di lapangan.
IDENTIKPOScom akan terus mengikuti perkembangan pekerjaan revitalisasi SMAN 1 Sidomulyo dan meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait agar informasi yang diterima masyarakat tetap utuh, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.






















