IdentikPos.com, Lampung – Sejumlah wilayah di Provinsi Lampung dilanda berbagai kejadian bencana dan cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Mulai dari banjir, angin puting beliung, hujan es, kebakaran rumah warga, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peristiwa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan menjadi perhatian karena berdampak terhadap permukiman warga, fasilitas umum, perkebunan, serta lingkungan hidup.
Salah satu kejadian terbaru terjadi di Kabupaten Lampung Barat. Hujan deras disertai angin kencang dan butiran es melanda sejumlah wilayah Kecamatan Balik Bukit, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Fenomena yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut mengejutkan masyarakat. Butiran es diperkirakan berdiameter sekitar dua sentimeter dan terlihat berjatuhan bersama derasnya hujan.
Sejumlah wilayah yang dilaporkan mengalami hujan es antara lain Pekon Wates, Pekon Sebarus, Way Empulau Ulu, serta beberapa wilayah lainnya di Kecamatan Balik Bukit.
Dampak kejadian tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah atap rumah warga mengalami kebocoran. Selain itu, sebuah bangunan pendidikan anak usia dini (PAUD) tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang.
Bahkan, salah satu rumah warga di Pekon Sukarame dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap setelah dihantam butiran es.
Prakirawan BMKG Lampung menjelaskan bahwa fenomena hujan es dapat terjadi akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang intens, disertai arus udara naik yang kuat sehingga membentuk dan membawa partikel es hingga jatuh ke permukaan bumi.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Rentetan Kejadian di Kabupaten Lain
Selain Lampung Barat, sejumlah kejadian bencana juga dilaporkan terjadi di daerah lain.
Lampung Timur
Angin puting beliung menerjang Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, pada 30 Oktober 2026. Sebanyak 12 kepala keluarga terdampak, dengan 12 rumah mengalami kerusakan serta dua fasilitas umum turut terdampak. Tidak ada korban jiwa.
Di kawasan Taman Nasional Way Kambas, kebakaran hutan juga menjadi perhatian. Penanganan dilakukan melalui pengerahan personel darat dan dukungan pemadaman udara.
Tanggamus
Banjir bandang dilaporkan melanda sejumlah pekon di Kecamatan Kotaagung Barat pada September 2026. Luapan sungai dan kerusakan tanggul berdampak terhadap permukiman serta lahan pertanian warga.
Tulang Bawang Barat
Kebakaran perkebunan karet di Desa Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, pada 6 Oktober 2026 diperkirakan menghanguskan sekitar 78,2 hektare lahan.
Pesawaran
Kebakaran lahan terjadi di Desa Kububatu, Kecamatan Way Khilau, pada 7 Oktober 2026. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare.
Tulang Bawang
Kebakaran lahan di sekitar kawasan Gerbang Tol Menggala menjadi perhatian karena asap berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Lampung Tengah
Kebakaran perkebunan dilaporkan terjadi di Kampung Sumber Bahagia, Kecamatan Seputih Banyak, pada 16 Oktober 2026. Selain itu, kebakaran TPA Bandarjaya di Kecamatan Terbanggi Besar juga menjadi perhatian akibat asap yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan tol.
Lampung Barat: Kebakaran Rumah Warga
Sebelum kejadian hujan es, Lampung Barat juga mengalami kebakaran rumah warga di sejumlah lokasi.
Kebakaran terjadi di Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, pada 10 Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kemudian menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta kepada korban pada 27 Oktober 2026.
Peristiwa lainnya terjadi di Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumber Jaya, pada 19 Oktober 2026 yang mengakibatkan satu unit rumah warga terbakar.
Mitigasi Bencana Perlu Diperkuat
Berbagai kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana dan cuaca ekstrem.
BPBD Provinsi Lampung bersama BPBD kabupaten/kota diharapkan terus memperkuat pemantauan wilayah rawan bencana, kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi.
Selain penanganan darurat, pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, dan pemulihan masyarakat terdampak perlu dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Pemerintah juga diharapkan memastikan masyarakat memperoleh informasi peringatan dini secara cepat agar dapat mengambil langkah antisipasi ketika kondisi cuaca memburuk.
Rentetan kejadian ini menunjukkan bahwa penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan respons setelah peristiwa terjadi. Kesiapan, mitigasi, dan perlindungan masyarakat harus menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah daerah.
Pewarta: Heriyanto






















