Polemik Oknum KPU dan Caleg dari PDIP, Agam: Bobroknya Pemilu di Lampung 

Rabu, 28 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IdentikPos.com, Lampung – Sedang viral, banyaknya dugaan kecurangan menghiasi pesta demokrasi dalam pemilu 2024 yang terjadi Indonesia. bahkan, Provinsi Lampung pun tak luput menjadi sorotan dimata publik melalui jaringan media sosial.

Apalagi, akhir-akhir ini sedang viral beredarnya salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPRD Bandar Lampung Dapil IV, yang meliputi Kecamatan Kedaton, Way Halim, dan Labuhan Ratu dari PDIP, M. Erwin Nasution melaporkan salah satu oknum anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung berinisial (FT) dan tiga orang lainnya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung.

Menyoroti hal tersebut, Agam Kusuma Yuda selaku Sekertaris WN 88 Sub Unit 13 Bandar Lampung, sekaligus Ketua Umum Aliansi Pemuda Save Democracy And Care Indonesia yang lebih akrab dengan sapaan Agam Anak Tuha buka suara.

Menurutnya, oknum Komisioner KPU Bandar Lampung, PPK Kedaton, Panwascam kedaton dan way halim telah mencoreng nama baik KPU dan Bawaslu yang seharusnya menjadi ujung tombak penyelenggara dan pengawasan dalam melaksanakan pemilu yang berasas Jurdil dan Luber.

“Potensi kecurangan-kecurangan dalam Pemilu khususnya pemilihan legislatif (Pileg) sangat terlihat jelas adanya dugaan kecurangan dan gambaran bobroknya penyelenggaraan pemilu yang di lakukan oleh oknum oknum penyelenggara itu sendiri,” Tegas Agam Selasa 27 Februari 2024.

Pasalnya, lanjut Agam info yang beredar, Caleg DPRD dari PDIP, telah memberikan uang sebesar Rp 530 juta kepada oknum anggota Komisioner KPU Bandar Lampung. dan Rp 50 juta untuk Ketua Panwascam Kedaton, lalu Rp 50 juta untuk Ketua Panwascam Way Halim dan Rp130 juta kepada PKK Kedaton. Total Rp760 Juta.

Baca Juga :  Tak Penuhi Unsur, Polda Lampung Hentikan Laporan Gindha Ansori Wayka

” Siapapun yang melakukan transaksi dan melakukan kecurangan dan tidak netralitas dalam bekerja baik dari KPU maupun Bawaslu seharusnya di Hukum dengan hukuman yang berlaku, dan ditindak adili seadil-adilnya,” tegas Agam.

Agam mengatakan, dirinya bingung mengapa KPU dan Bawaslu Provinsi Lampung hanya diam saat melihat fenomena ini. seharusnya, pihak kepolisian sudah bergerak menangkap pihak-pihak yang melakukan transaksi dalam pemilu.

” Saya menilai dari info yang beredar dalam kejadian ini caleg tersebut merasa di rugikan dan merasa ditipu oleh oknum anggota Komisioner KPU, PPK dan Panwascam. apalagi caleg tersebut sudah melaporkan oknum-oknum tersebut ke Bawaslu dengan mengantongi barang bukti dari rekaman CCTV hingga rekaman pengakuan Komisioner tersebut,” cetusnya.

Lanjutnya, ” Polemik ini membuka mata kita bahwasannya pelaksanaan pemilu yang demokratis, Jujur dan Adil tidak sesuai dengan harapan masyarakat. bagaimana bisa berjalan dengan sesuai regulasi yang ada, bila penyelenggara Pemilu sendiri yang melakukan dugaan kecurangan,” ujarnya lagi.

Agam menambahkan, pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil pun telah dijamin dan sudah tertuang dalam konstitusional Indonesia yakni Undang-Undang Dasar 1945. Sehingga menurutnya, kalau Indonesia melahirkan pemimpin karena kecurangan dalam pelaksanaan pemilu, itu tidak akan pernah baik.

“Maka kepada siapapun yang ingin Indonesia ini baik, mari kita laksanakan pemilu ini untuk memberikan kesempatan kepada rakyat secara bebas menentukan pilihannya sendiri. Artinya, untuk para calon itu harus punya gagasan yang bisa diterima oleh masyarakat. Sehingga, Tanpa calon mengeluarkan uang, masyarakat sudah bisa menilai atas usaha dan gagasannya,” pungkasnya.

 

Pewarta: Deni Andestia 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Operasi Patuh Krakatau 2026, Satlantas Polres Tanggamus Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas di Jalinbar
Bambang Irawan Bongkar Celah Fraud Penyaluran KUR, Integritas dan Pengawasan Jadi Kunci
Polres Lampung Utara Gencarkan Edukasi Keselamatan, Sasar Pengguna Jalan dalam Operasi Patuh Krakatau 2026
Polres Lampung Utara Kawal Pengantaran Jenazah, Kedepankan Pelayanan Humanis dalam Operasi Patuh Krakatau 2026
Proyek Irigasi Waykandis Disorot, Kepala Dinas PSDA Lampung Didesak Buka Suara
Apel Kebangsaan Kodam XXI/Radin Inten: Kasrem 043/Gatam Tekankan Sinergi Jaga Kondusivitas Lampung
Bupati Parosil Lantik 20 Pejabat Strategis Lampung Barat, Sejumlah Jabatan Masih Kosong
Ancam Bunuh Korban Sambil Todongkan Pisau, Terduga Pelaku di Bukit Kemuning Lampung Utara Diamankan Polisi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Operasi Patuh Krakatau 2026, Satlantas Polres Tanggamus Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas di Jalinbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Bambang Irawan Bongkar Celah Fraud Penyaluran KUR, Integritas dan Pengawasan Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Polres Lampung Utara Gencarkan Edukasi Keselamatan, Sasar Pengguna Jalan dalam Operasi Patuh Krakatau 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Polres Lampung Utara Kawal Pengantaran Jenazah, Kedepankan Pelayanan Humanis dalam Operasi Patuh Krakatau 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Proyek Irigasi Waykandis Disorot, Kepala Dinas PSDA Lampung Didesak Buka Suara

Berita Terbaru