IdentikPos.com, Lampung – Momentum pemilihan kepala daerah merupakan salah satu peristiwa penting. Regenerasi kepemimpinan lima tahun sekali ini, selalu disambut antusias oleh masyarakat. Dibalik rasa antusias itu juga tersemat harapan baru dan cita-cita yang dititipkan masyarakat kepada calon-calon pemimpin.
Namun, dalam momen Pilkada tidak jarang terjadi perselisihan hingga pertikaian yang tidak perlu. Baik antar pasangan calon maupun antar pendukung.
Menanggapi pemilihan kepala daerah yang sangat riskan adanya perselisihan ini, Praktisi Hukum,,,,, Sarhani menilai persatuan dan perdamaian harus dikedepankan dalam menyambut Pilkada tahun 2024 oleh semua lapisan masyarakat terutama di Kabupaten Pesisir Barat.
Menurut pria yang lahir dan tumbuh di Pesisir Barat ini, Pilkada merupakan momen yang tepat untuk bahu-membahu membangun daerah antara masyarakat dan calon kepala daerah.
“Oleh karena itu, jangan sampai karena berbeda pilihan justru memecah belah masyarakat. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip demokrasi dan apabila terjadi bisa menyebabkan demokrasi di Pesisir Barat semakin tertinggal dengan kabupaten lain,” jelasnya saat diwawancarai, Jumat (13/09/2024).
Menurut Sarhani, dalam demokrasi perbedaan pilihan merupakan sebuah keharusan. Namun pertikaian dan black campaign adalah sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi.
“Pemilihan kepala daerah terutama di Pesisir Barat harus dengan cara politik akal sehat dan berlangsung secara damai,” jelasnya.
Ia berharap, Pilkada di Pesisir Barat bisa menghasilkan pemimpin yang tepat dan berlangsung secara damai.
“Saya berharap semua lapisan masyarakat di Pesibar menjunjung tinggi kondusifitas dan rasa perdamaian dalam menyambut Pilkada ini,” pungkasnya.
Pewarta: Suroso






















