IdentikPos.com, Bandar Lampung – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di satuan pendidikan di Provinsi Lampung kembali dimulai pada Jumat, 11 September 2026, setelah sebelumnya diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang meminta kegiatan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekolah dan keselamatan peserta didik.
Sebelumnya, melalui Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 100.3.4/14/V.01/2026 tanggal 8 September 2026, pelaksanaan KBM secara daring diperpanjang hingga 9–10 September 2026 menyusul aktivitas erupsi GAK dan potensi sebaran abu vulkanik ke wilayah Lampung.
Perpanjangan PJJ tersebut dilakukan setelah terjadi erupsi dengan durasi yang lebih panjang dan arah angin menuju Lampung. Pemerintah daerah kemudian menempatkan keselamatan peserta didik sebagai pertimbangan utama.
Memasuki Jumat, kebijakan kembali diarahkan ke pembelajaran tatap muka. Arahan tersebut sekaligus disertai pelaksanaan Shalat Istisqa secara berjamaah di masing-masing satuan pendidikan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebelumnya menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kemarau panjang.
“Jumat masuk langsung shalat istisqa di sekolah masing-masing,” ujar Rahmat.
Arahan tersebut kemudian dituangkan dalam Surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Nomor 400.3.8/2035/V.01/DP.2/2026 tanggal 10 September 2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka dan Sholat Istisqo.
Dalam surat tersebut, seluruh satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB se-Provinsi Lampung diarahkan melaksanakan Shalat Istisqa pada Jumat, 11 September 2026 mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di masjid atau lapangan masing-masing satuan pendidikan.
Kegiatan tersebut melibatkan kepala satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, peserta didik serta warga sekolah. Peserta juga diminta membawa perlengkapan salat dan menggunakan masker.
Selain pelaksanaan ibadah, satuan pendidikan diminta memastikan kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah dari sisa abu vulkanik sebelum proses pembelajaran berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico sebelumnya menegaskan bahwa selama masa PJJ, pihaknya meminta seluruh satuan pendidikan terus melakukan pembersihan dan berkoordinasi dengan petugas kebersihan maupun BPBD.
“Selama proses dua hari ini kami juga tekankan kepada seluruh satuan pendidikan untuk terus berkoordinasi dalam rangka membersihkan dengan petugas kebersihan atau BPBD supaya nanti dipastikan pada saat proses pembelajaran, anak itu betul-betul steril ruang kelas dan lingkungan sekolahnya,” kata Thomas.
Thomas juga menegaskan bahwa perkembangan kondisi GAK akan terus dipantau dan kebijakan pendidikan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi.
“Kita akan selalu menyesuaikan dengan kondisi. Perkembangan tentu kita akan selalu monitor. Kemudian dengan otoritas yang berwenang, kita selalu kontak supaya jam per jam kita tahu informasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan pembelajaran tetap terbuka untuk disesuaikan apabila aktivitas erupsi kembali meningkat.
“Artinya, kalau dia meningkat, tentu ada kebijakan lanjutan. Kalau dia tidak meningkat, tentu ya kita akan tatap muka proses belajar,” jelasnya.
Dengan dimulainya kembali KBM tatap muka pada Jumat, pemerintah daerah tetap menekankan agar sekolah tidak hanya memastikan proses pembelajaran berjalan, tetapi juga memperhatikan kebersihan lingkungan, penggunaan masker, kesiapsiagaan serta keselamatan seluruh warga sekolah di tengah kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih perlu dipantau.
Pewarta: Deni Andestia






















