IdentikPos.com, Lampung Barat – SDN 1 Sukapura, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Digitalisasi Pembelajaran selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.
Bimtek mengangkat sejumlah materi penting, yakni Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Literasi dan Numerasi, serta Digitalisasi Pembelajaran. Fokus kegiatan juga diarahkan pada cara penggunaan PID (Papan Interaktif Digital) dan penerapannya dalam proses pembelajaran.
Materi SPMI disampaikan Suratmin, S.Pd., M.M., sedangkan materi Literasi dan Numerasi diberikan oleh Yance Kesehs, S.Pd. Adapun materi Digitalisasi Pembelajaran disampaikan Iswan Bangsawan, S.Pd.

Dalam sesi SPMI, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya membangun budaya mutu di lingkungan satuan pendidikan. SPMI tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan administrasi, tetapi sebagai proses berkelanjutan untuk memastikan program sekolah berjalan, dievaluasi, dan diperbaiki.
Suratmin, S.Pd., M.M., menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam peningkatan mutu.
“SPMI bukan hanya persoalan administrasi, tetapi bagaimana seluruh warga sekolah memiliki komitmen untuk menjaga dan meningkatkan mutu melalui proses yang terencana, dilaksanakan, dievaluasi, kemudian dilakukan perbaikan.”
Sementara pada materi Literasi dan Numerasi, Yance Kesehs, S.Pd., memberikan penguatan kepada para pendidik agar kemampuan literasi dan numerasi tidak hanya diajarkan sebagai materi tersendiri, tetapi dapat diintegrasikan dalam berbagai kegiatan pembelajaran.
“Literasi dan numerasi perlu menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari. Guru dapat mengemasnya melalui materi dan persoalan yang dekat dengan kehidupan peserta didik, sehingga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis dan memecahkan masalah dapat berkembang.”
Adapun sesi yang menjadi salah satu fokus utama kegiatan adalah Digitalisasi Pembelajaran. Melalui materi yang disampaikan Iswan Bangsawan, S.Pd., para guru mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi, khususnya penggunaan PID, sebagai media pendukung pembelajaran.

Iswan menekankan bahwa digitalisasi tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, melainkan bagaimana perangkat tersebut mampu memberikan nilai tambah terhadap proses belajar mengajar.
“Digitalisasi pembelajaran bukan hanya tentang menggunakan perangkat, tetapi bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu guru menyampaikan materi dan memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif kepada peserta didik.”
Menurutnya, keberadaan PID harus diikuti dengan kemampuan guru dalam menggunakannya secara tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
“Guru tetap menjadi bagian utama dalam proses pembelajaran. PID dan perangkat digital lainnya merupakan alat bantu untuk memperkaya metode pembelajaran dan membuat peserta didik lebih aktif dalam mengikuti proses belajar.”
Kepala SDN 1 Sukapura, Dewi Suryani, S.Pd., mengatakan pelaksanaan Bimtek selama tiga hari diharapkan memberikan dampak nyata terhadap proses pembelajaran di sekolah.
Hal tersebut disampaikan Dewi dalam keterangannya kepada media pada Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menjawab tuntutan pembelajaran saat ini.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman materi saja. Apa yang diperoleh guru selama tiga hari dapat diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari dan memberikan manfaat bagi peserta didik.”
Dewi juga menegaskan bahwa teknologi harus ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
“Kami ingin guru semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi, khususnya PID, sehingga digitalisasi benar-benar menjadi bagian dari pembelajaran yang bermakna, bukan sekadar penggunaan perangkat.”
Ia berharap seluruh materi yang diperoleh selama Bimtek dapat diterapkan secara bertahap sesuai kebutuhan pembelajaran di SDN 1 Sukapura.
“Intinya, kami ingin meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi kita manfaatkan untuk mendukung guru, sementara kebutuhan dan perkembangan peserta didik tetap menjadi perhatian utama.”
Rangkaian Bimtek yang berlangsung selama 7–9 September 2026 tersebut menjadi momentum bagi SDN 1 Sukapura untuk memperkuat kapasitas pendidik, mulai dari aspek penjaminan mutu, penguatan literasi dan numerasi hingga pemanfaatan teknologi digital.
Dengan penguatan tersebut, sekolah diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang semakin inovatif, adaptif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik, sejalan dengan tuntutan pendidikan di era digital.
Pewarta: Deni Andestia






















