Pencak Silat TTKKDH, Menjadi Salah Satu Awal Mula Kelahiran Seni Beladiri Asli Nusantara

Sabtu, 13 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IdentikPos.com, Banten – Pencak Silat Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) menjadi salah satu awal mula kelahiran seni beladiri asli nusantara, yakni seni Pencak Silat, Perguruan yang lebih dikenal dengan Silat Tjimande (Cimande, red) ini tersebar di Banten, Jabar dan Lampung.

Perguruan Silat (PS) TTKDH diperkirakan telah ada sejak 1770. Dahulu sebelum menjadi perguruan resmi, seni silat Cimande sering digunakan oleh para pejuang kemerdekaan untuk melawan belanda, Namun kini, saat telah merdeka, seni silat Cimande lebih sering dipertunjukkan sebagai seni.

Penekunan terhadap Seni Bela Diri Cimande merupakan bentuk kecintaan terhadap siar-siar islam dan juga bagaimana memberikan penghormatan terhadap nilai-nilai islam dimata masyarakat, Hal ini diungkapkan Ketua DPP Kesti TTKKDH Banten “Bedi, Pengukuhan Ranting Kelurahan Parung kujangan kesti TTKKDH 2020-2025 Kecamatan Cileles, kampung cijengkol, Minggu (13/11/2021) malam.

“Kalau kita punya jargon ‘satu talek, satu tekad, satu tujuan’. Siapapun anggota TTKKDH, apapun kedudukannya harus memegang talek,”tuturnya.

Talek merupakan upacara pengukuhan yang sering dilakukan dalam seni beladiri tradisional, Tujuannya yakni untuk mengikat antar satu dengan yang lainnya secara bathin, “Bedi mengatakan bahwa Talek ini bukan hanya diucapkan saat upacara, namun harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari.

“Orang TTKKDH tidak ada yang tidak shalat dan tidak puasa, Karena ketika masuk TTKKDH yang pertama kali diucapkan adalah pengakuan kita terhadap kehadiran Allah SWT,” imbuhnya.

Menurut Bedi pengaplikasian Talek dengan siar Islam adalah satu kesatuan. “Kenapa demikian? Karena pengucapan dua kalimat sahadat. Siapapun anggotanya dan ia berasal, bagi yang mau masuk organisasi Kesti TTKKDH itu harus mengucapkan dua kalimat sahadat,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Kembalikan Motor yang Ditemukan di Semak Belukar Desa Negara Tulang Bawang Bunga Mayang Lampung Utara

Bedi, mengatakan bahwa dengan dikukuhkannya kesti TTKKDH Ranting Kelurahan Parung kujang ci jengkol, merupakan bukti bahwa Silat Cimande melalui TTKDH tetap berkembang di masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pengukuhan pengurus ranting, Ini suatu bukti bahwa TTKKDH itu dimanapun, siapapun yang memegang, itu tidak pernah mati aktivitasnya dimasyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Uci/Saepudin

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pembunuhan Pasutri di Tanggamus Lampung Terungkap, Dua Pelaku Berhasil Diamankan Polisi
Berlari Bersama Warga, Pangdam XXI/RI Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Bersatu
Dengar Suara Mengerang, Pasutri di Tanggamus Lampung Tewas Terbunuh, Polisi Lakukan Olah TKP
Pakar HTN Tegaskan Putusan MK Nomor 114/PUU-XXIII/2025 Bersifat Prospektif dan Tidak Berlaku Surut
Dua Warga di TPM Kalibata Tewas, Enam Anggota Polri Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiayaan 
Kapolda Lampung Hadiri Launching dan Festival UMKM Mitra Adhyaksa, Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Kreatif
Advokat Persadin Angkatan XXII Resmi Diambil Sumpah di Pengadilan Tinggi Banten
Akibat Pengaruh Miras, Ayah Mertua di Lampung Barat Tega Gagahi Menantunya Sendiri
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:50 WIB

Pembunuhan Pasutri di Tanggamus Lampung Terungkap, Dua Pelaku Berhasil Diamankan Polisi

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:18 WIB

Berlari Bersama Warga, Pangdam XXI/RI Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Bersatu

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:00 WIB

Dengar Suara Mengerang, Pasutri di Tanggamus Lampung Tewas Terbunuh, Polisi Lakukan Olah TKP

Minggu, 14 Desember 2025 - 13:03 WIB

Pakar HTN Tegaskan Putusan MK Nomor 114/PUU-XXIII/2025 Bersifat Prospektif dan Tidak Berlaku Surut

Sabtu, 13 Desember 2025 - 14:54 WIB

Dua Warga di TPM Kalibata Tewas, Enam Anggota Polri Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiayaan 

Berita Terbaru