Berita TerkiniDaerahPemerintahanPendidikan

Kepala SDN 26 Gedong Tataan Bantah Ada Aset Sekolah yang Dijual

IdentikPos.com, Pesawaran – Sebelumnya diberitakan Oleh kru media ini perihal adanya dugaan dijualnya aset daerah oleh oknum Kepala Sekolah SDN 26 Gedong Tataan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung  yang diduga belum di lengkapi izin penghapusan aset, hal ini jadi bahan pertanyaan publik.

Diketahui, Pemerintah telah menggelontor bantuan untuk sarana dan prasarana pembangunan gedung sekolah, dari mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tak terkecuali, dalam hal ini, SDN 26 Gedong Tataan mendapatkan bantuan Rehabilitasi untuk 5 Titik, (Pembangunan Laboratorium, WC, UKS, Perpustakaan, dan Ruang kelas) bantuan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) tahun 2023 dalam pelaksana di swakelola kan.

Dari hasil Kunjungan awak media di lapangan, Menurut keterangan kepala sekolah, Swesti Dwi Aprida ketika di mintai keterangannya di ruang kerja dengan tegasnya membantah prihal aset bekas bangunan sekolah yang sudah tidak ada di areal sekolahnya melainkan dititipkan di pengawas sekolah.

” Benar pak aset bekas bangunan sekolah sudah Tidak ada di sekolah tetapi saya titipkan ke pengawas sekolah (Ibu Suahainii) bukan saya  jual,” Ujarnya Kamis 28 Maret 2024.

Lanjutnya, “Sebelumnya sudah saya koordinasikan dengan pihak pengawas sekolah dan Korwil kecamatan Gedong Tataan, dan saya menjaga keselamatan anak anak takut banyak paku makanya saya titipkan barang bekas itu,”  Imbuhnya.

Terakhir dirinya menjelaskan, ” Saya tidak mau  material bekas bangunan tersebut di rumah saya pertama kali saya takut ada tuduhan ke saya dan rumah saya pun sudah tidak ada halaman lagi buat taro material bekas itu,” Tegasnya.

Di tempat terpisah suhaini selaku pengawas sekolah, ketika dihubungi melalui chat WhatsApp pribadinya prihal aset bekas bangunan sekolah yang dititipkan mengatakan, memang betul ibu sweesti menitipkan barang bekas bangunan tersebut di depan rumah.

” Kebetulan ada halaman adek saya yang masih ada tanah kosong, saya tidak ingin sekolah itu terlihat kumuh, saya kaget kok di beritakan jika memang ingin dikembalikan ke sekolah juga ya tidak apa apa itupun sekarang barang barang tersebut tidak ditutupi ( terpal/ di atapi) nanti semakin busuk malah saya sudah bilang sama swesti,” katanya.

Ketika kru media ini mempertanyakan apakah ada surat penitipan barang ke pengawas sekolah  suhaini menjawab, ” Itu urusan kepala sekolah yang mengurusinya soal itu saya belum menerima surat perihal titipan barang aset daerah,” tambahnya.

Tidak lebih dari itu untuk menambah referensi pemberitaan agar berimbang awak media mencoba menghubungi dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten pesawaran tetapi pihak yang membidangi bagian Dikdas baik kabid dan kasi sedang melakukan Dinas luar.

 

Pewarta: Deni Andestia/Tim Rilis 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button