Berita TerkiniPemerintahanPendidikan

Diduga Kuat Adanya Pungli di Lingkungan SDN 57 Krui Oleh Oknum Kepala Sekolah

IdentikPos.com, Pesisir Barat – Di duga kuat telah terjadi pungli di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 57 krui yang memiliki jumlah murid sekitar kurang lebih 250 murid yang beralamat di Pekon (Desa) marang, Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat Lampung. diduga pungli yang di lakukan oleh oknum kepala sekolah setempat dengan modus memotong langsung dana dari siswa siswi penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurut Keterangan narasumber yang meminta identitasnya untuk tidak di sebutkan kepada awak media IdentikPos.com pada selasa (07/02/2023) menjelaskan, “Pemotongan dari dana bantuan KIP itu jelas ada nya di SD.N 57.krui dari jumlah sekitar 82 murid penerima dan pemotongan itu di lakukan secara merata dengan nominal Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah) per siswa penerima bantuan KIP pada tahun 2023 ini, Kemudian yang sangat ironis nya itu semua di potong secara merata dari 82 siswa penerima, meskipun dari 82 siswa itu tidak sama jumlah nominal yang di terima, ada yang mendapat Rp.225000 (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah) dan ada yang mendapat Rp.450.000(empat ratus lima puluh ribu rupiah) jadi kasian sama siswa yang dapat nya kecil dari Rp.225000 di potong Rp.50.000 tinggal Rp.175000 lagi,” terangnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh SP salah satu orang tua wali murid siswa SD.N 51 krui, “iya bang anak saya juga mendapatkan bantuan KIP dapet nya cuma Rp.175000 (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) dan belum lama ini kami juga di minta untuk membayar sokongan untuk membuat pagar sekolah sebesar Rp.150.000(seratus lima puluh ribu rupiah) per siswa,” ungkap Sp.

Di konfirmasi di kantor SD N 57 krui rabu (08/02/23) selaku kepala sekolah Rosmida wati SPd., M.Pd., menjelaskan memang benar adanya pemotongan Rp.50.000 per siswa penerima KIP.

“Pemotongan uang Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah) memang benar ada potongan, tetapi bukan di potong begitu saja tetapi melainkan sudah berdasarkan kesepakatan ketua komite dan wali murid,” kilah Rosmida.

Di sela sela perbincangan ketua komite sekolah SD.N 57 juga membenarkan adanya potongan tersebut.

“benar adanya pemotongan itu dan itu sudah dari sejak lama dari tahun tahun sebelumnya juga, tetapi kenapa baru sekarang jadi bahan pertanyaan,”Kata ketua komite setempat.

Dalam hal ini, diharapkan kepada instansi terkait untuk dapat menindaklanjuti keluhan para orangtua wali murid agar tidak menjadi dilema bagi para orang tua.

 

 

Pewarta: Edo Lesama/Tim 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button